Selasa, 05 Februari 2019

Kenapa Tiap Imlek Pasti Hujan?

Begini pendapat ahli tentang Imlek yang selalu turun hujan



Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Harry Tirto Djatmiko mengatakan kalau hujan di saat Imlek merupakan hal yang wajar. Ini dikarenakan perayaan tahun baru Cina tersebut selalu jatuh di Bulan Januari atau awal Februari.
Nah, bulan-bulan tersebut termasuk puncak musim penghujan jika di Indonesia. Jadi tak perlu heran kalau tahun baru yang bernuansa merah dan emas ini selalu hujan. Baik gerimis ataupun deras sekalipun.


Lalu, bagaimana jika Imlek tidak turun hujan?




Jika hujan tidak turun ketika Imlek, banyak yang percaya jika di tahun ini rezeki akan lebih sulit dari sebelumnya. Namun, menurut BMKG faktanya bukan seperti itu kok.

Sebab, di tahun 2013, hujan tidak turun di Sampali, Sumatera Utara, Jakarta dan juga Malang. Sedangkan pada tahun 2014, hujan hanya terjadi di Jakarta dan Malang. Hal tersebut bisa terjadi karena kondisi geografis di setiap daerah berbeda. Sehingga kita tidak bisa berpatokan pada bulan saja.

Hujan tidak akan terjadi jika Imlek bergeser setiap tahun

Imlek memang berbeda perhitungannya dengan hari raya lainnya. Perhitungan hari dalam Imlek merupakan gabungan berdasarkan fase bulan yang mengelilingi bumi. Lalu bumi juga sedang mengelilingi matahari yang biasa disebut dengan lunisolar.



Maka dari itu, perayaan tahun baru yang identik dengan kue bulan ini jarang sekali bergeser tanggal. Hanya berpindah bulan saja setiap tahunnya, entah Januari ke Februari atau sebaliknya. Tidak seperti kalender Hijriyah atau Masehi.


Yup, itulah alasan ilmiah mengapa hujan selalu datang di saat Imlek. Namun berdasarkan alasan di atas, kita tidak perlu menyalahkan kepercayaan dari etnis Tionghoa. Pasalnya kepercayaan ini sudah turun temurun dari sejak zaman dulu. Jadi percaya atau tidaknya terserah dari masing-masing orang ya.

0 komentar:

Posting Komentar