Jumat, 08 Februari 2019

Adi Saputra Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pemalsuan Dokumen, Penggelapan & Penadah




Adi Saputra (21), pengendara sepeda motor yang ngamuk dan merusak sepeda motor ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan pasal berlapis oleh polisi.

"Atas kejadian itu, Satreskrim melakukan penyelidikan, kita cek berdasarkan pelat nomor di samsat, ternyata tidak sesuai peruntukannya artinya tidak sesuai," kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan di kantornya, Jumat (8/2).

Karena ketidaksesuaian data Samsat itu polisi melakukan penelusuran. Diketahui bahwa motor itu adalah milik Nur Iksan, yang sempat menggadaikan sepeda motornya kepada seseorang berinisial D.

"Waktu itu digadaikan si pemilik seharga Rp 6 juta kepada D, dengan perjanjian satu juta perbulan dan ketika mampu diambil. Saudara D tidak bisa dihubungi dan didapati sepeda motor itu dibawa Adi Saputra," katanya.

"Adi Saputra kami telah tetapkan sebagai tersangka, tadi malam kami amankan di rumah kontrakannya di Rawa Mekar, Serpong. Ada beberapa pasal yang kami sangkakan," tuturnya.



Adi dijerat dengan pasal 263 pidana tentang Pemalsuan Dokumen, Pasal 372 tentang Penggelapan, pasal 378 tentang Penipuan karena sepeda motor itu didapat dengan cara tidak benar.

Lalu pasal 480 tentang Penadah barang hasil dari kejahatan. "Pasal 233 KUHP karena tersangka merusak barang yang digunakan untuk pembuktian sesuatu di depan petugas umum."

"Pasal 406 KUHPidana tentang Perusakan sepeda motor. Yang pasti Nur Ikhsan keberatan karena sepeda motornya dirusak," tandasnya.








Lagi Ramai Adi Saputra, Video Pasutri Banting Motor Viral Lagi



Setelah video Adi Saputra mengamuk dan membanting motor saat ditilang, muncul lagi video pasangan suami-istri (pasutri) yang juga membanting motor. Kapan dan di mana video viral yang kedua itu terjadi?

Dalam membanting motor yang kedua, tampak seorang pria sedang merusak motornya sendiri. Ada dua polisi yang terlihat di video tersebut. Ada pula seorang wanita yang bersama pria itu. Tampak pelat nomor DM pada motor yang dibanting, yang merupakan pelat nomor Gorontalo.

Peristiwa di video yang viral itu terjadi pada Desember 2018 di Gorontalo. Seperti dilansir Antara, polisi di video itu salah satunya adalah Aiptu Alex Talipi. Aiptu Alex mengatakan pengendara sepeda motor tersebut diberhentikan karena tidak mengenakan helm saat berkendara.

"Melihat pengguna kendaraan roda dua yang melakukan pelanggaran tersebut, kami langsung menghentikan kendaraan yang dikendarai oleh pasangan suami-istri ini dan memeriksa kelengkapan kendaraan berupa surat kendaraan, tapi yang bersangkutan tidak menunjukkan surat kendaraan," ujar Alex.

Oleh karena itu, Alex memberikan tilang. Namun pasutri itu menolak dan langsung memarahi petugas, bahkan merusak motornya sendiri.

"Tapi, sesuai dengan prosedur lalu lintas, pengguna jalan raya yang melakukan pelanggaran tetap akan dilakukan penindakan, dan kendaraannya dibawa ke Mapolda," tegasnya.





Kamis, 07 Februari 2019

19 Anggota Geng 69 Semarangolisi, Menangis di Depan Orangtua




Para remaja dan pemuda berusia 16-21 tahun anggota Geng 69 Semarang menangis di hadapan orangtua dan keluarga masing-masing di halaman Polsek Tembalang, Semarang, Kamis (7/2/2019)

Geng yang meresahkan masyarakat itu sengaja dipertemukan dengan orangtua agar menyesali perbuatannya.

Dengan tangan terborgol, beberapa orang di antara mereka mencucurkan air mata sambil mencium kaki orangtuanya.

" Orangtua bekerja keras agar kalian menjadi orang pintar. Malah kalian gunakan bertindak meresahkan masyarakat," ujar Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi, Kamis

Anggota Geng 69 ini diminta berjanji tidak mengulangi perbuatan mereka. Mereka mengucapkan janji itu di depan anggota kepolisian dan keluarga.

"Nangis terus, habiskan air matamu sampai kalian sadar bahwa perbuatan kalian itu melawan hukum. Kasihani orang tua yang telah membesarkan kalian," kata Kapolsek Tembalang.

Dengan air mata yang masih mengalir dan didampingi orangtua, mereka diminta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Para anggota Geng 69 itu diringkus oleh petugas Unit Resmob Polsek Tembalang di lokasi berbeda-beda.

Dua dari 19 anggota Geng 69 Semarang ini ditembak sehinga kaki kanannya tertembus peluru. Ulah kelompok remaja ini meresahkan masyarakat Kota Semarang.

Terakhir, mereka mengeroyok seorang korban di Jalan Sambiroto Raya, Minggu (3/2/2019) pukul 02.30 WIB.

Saat ini, korban dirawat di rumah sakit karena menderita luka bacokan di kepala, lengan, dan pinggang.

Kompol Budi Rahmadi menyebutkan, pada hari yang sama kelompok ini juga beraksi di Kelurahan Tandang dan Sendangmulyo.

Selang 1 kali 24 jam dari kejadian itu, petugas pun meringkus mereka.



"Yang dilakukan mereka adalah tindakan melawan hukum berupa penyerangan terhadap seorang korban sehingga mengalami luka. Bukan hanya satu korban, ya. Setiap ketemu calon korban secara acak, mereka menyerang," ungkap Budi.

Setelah diperiksa, tujuh dari 19 orang yang diringkus itu akan ditahan. Mereka terbukti melakukan tindak pidana. Sisanya menjalani pembinaan. Ketujuh tersangka tersebut masing-masing berinisial YRK (21), DF (18), GAP (19), FAP (17), RNR (18), MRE (17), dan AIP (16). Mereka ditangkap di tempat yang berbeda-beda.

Mencari jati diri

"Motif dari hasil pemeriksaan mereka mencari jati diri. Seolah-olah Geng 69 ini ingin diakui oleh geng-geng yang lain. Mencari bendera," jelas Budi.

Ketujuh orang itu dikenai Pasal 170 KUHP karena secara terang-terangan dan bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. Ancaman hukuman yang diberikan lima tahun enam bulan kurungan.

"Mereka komunikasi lewat medsos, melakukan pertemuan. Di suatu tempat mereka akan melakukan suatu perkelahian. Mereka sistimnya nomaden atau berpindah-pindah," tutur Kompol Budi.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita enam sepeda motor dan tujuh bilah senjata tajam berjenis clurit dan pedang.




















Aksi McGregor 'KW' Viral di Media Sosial

Aksi McGregor 'KW'




Sosok laki-laki mirip petarung seni bela diri campuran (MMA) asal Irlandia Conor McGregor viral di dunia maya.

Dilansir dari Sport Bible pada Kamis (7/2), laki-laki itu bernama Maurice Adorf. Ia baru saja menang atas petarung lokal Ridvan Nuka dalam Kejuaraan MMA di Hamburg, Jerman, pada akhir pekan lalu (2/2). Para penggemar olahraga MMA pun menyoroti kemiripan tersebut.

Foto maupun rekaman video Adorf saat bertarung lawan Nuka tersebar di dunia maya. Banyak yang menilai petarung berusia 30 tahun tersebut mirip dengan McGregor.

Sekilas, Adorf memang cukup mirip seperti McGregor. Mulai dari warna kulit, warna rambut dan bulu wajah, serta gaya bertarung yang didukung karena keduanya kidal.

Gaya kedua petarung itu pun sama lantaran Adorf mengimitasi gaya congkak atlet berjuluk The Notorious.

Adorf dan McGregor juga memiliki tato di dada dan tangan kiri, namun tidak ada gambar atau tulisan yang identik dalam rajahan kedua petarung tersebut. Di bagian dada, Adorf memilih gambar tato topeng gladiator, sementara McGregor memiliki tato bergambar kepala harimau dan beruang serta tulisan 'McGregor'.



Namun bila dilihat lewat rekor pertarungan, Adorf masih jauh dari McGregor. Ia tercatat baru dua kali bertarung dengan catatan dua kali menang, sedangkan McGregor mencatat 21 kali menang dan empat kali kalah.


Petarung berjuluk Mild Mac juga bertarung di kelas ringan, sama dengan kelas yang digeluti McGregor selain kelas bulu dan welter.

Jumlah pengikut Adorf di media sosial Instagram pun belum sebanyak McGregor. Per 7 Februari, Adorf memiliki kurang lebih 2.800-an pengikut. Sementara McGregor memiliki 30,1 juta pengikut.


Meski demikian, Adorf tampak menikmati popularitas yang ia dapat dari kemiripan tersebut. Ia terlihat berkali-kali mengunggah pemberitaan mengenai dia dan McGregor lewat Insta Story pribadi.

Bahkan dalam sebuah unggahan di media sosial, Adorf juga memamerkan fotonya ketika bertemu dengan McGregor yang hendak menjalani penimbangan badan jelang menghadapi Eddie Alvarez November 2016. 







Rabu, 06 Februari 2019

SIDANG PERDANA : AHMAD DHANI DIBAWA KE SURABAYA PAGI INI




Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Cipinang Oga Darmawan memastikan Ahmad Dhani akan dibawa ke Surabaya , Jawa Timur, Kamis (7/2019) . Rencananya, berangkat pukul 04.20 WIB.

Ahmad Dhani sedianya akan dihadirkan dalam persidangan kasus ujaran idiot Kamis pagi.

"Pesawat pertama pagi ya. Karena kan sidangnya di Surabaya, pagi juga. Ini sudah sesuai penetapan pengadilan. Jaksa harus menghadirkan Dhani di persidangan tepat waktu. Sebab jika tidak, pihak Jaksa akan mendapat teguran dari pihak pengadilan,” tutur Oga Dharmawan, Rabu (6/2/2019).

Ahmad Dhani akan diberangkatkan menuju Surabaya dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Belum jelas apakah Ahmad Dhani akan dikembalikan lagi ke Rutan Cipinang atau dipindah Rutan Kelas I Medaeng.

Sebelumnya, Ahmad Dhani direncanakan pindah penjara ke Rutan Medaeng Sidoarjo dari Rutan Cipinang, Jakarta hari ini.

Berkas pemindahan Ahmad Dhani ke Rutan Medaeng Sidoarjo sudah lengkap. Mobil Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sudah ada di dalam Rutan Cipinang.

Majelis hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian di media sosial. Hakim juga memerintahkan agar Ahmad Dhani segera ditahan.



Ahmad Dhani dianggap telah melanggar Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

DUEL CLUB RAKSASA SPANYOL BARCELONA VS REAL MADRID BERAKHIR IMBANG




Barcelona dan Real Madrid harus puas bermain 1-1 pada laga leg pertama semifinal Copa del Rey 2018-2019, di Camp Nou, Rabu (6/2/2019) malam waktu setempat.

Hasil ini menjadi modal berharga buat Madrid. Sebab, klub asuhan Santiago Solari itu bakal gantian menjamu Barca di Santiago Bernabeu pada 27 Februari 2019.

Bertindak sebagai tim tamu, El Real mengawali pertandingan dengan baik. Laga baru berjalan enam menit, Madrid unggul lebih dulu. Umpan silang Karim Benzema dari sisi kanan berhasil dikonversikan Lucas Vazquez menjadi gol dengan sepakan kaki kiri.

Tertinggal satu gol, Barcelona coba membalas. Ivan Rakitic nyaris membawa Barca menyamakan kedudukan. Sayang, bola hasil sundulan Rakitic yang memanfaatkan umpan dari Malcom masih membentur tiang gawang.



Memasuki menit-menit akhir babak pertama, pertandingan berjalan sengit bahkan cenderung kasar. Sejumlah pelanggaran dilakukan oleh kedua klub pada babak pertama.

Beruntung, hanya kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk masing-masing klub, yakni Sergio Ramos (Real Madrid) dan Nelson Semedo (Barcelona). Hingga jeda, skor 1-0 untuk keunggulan Madrid tetap bertahan.

Masuk paruh kedua, Barcelona langsung tampil menekan. Hasilnya, Malcom membawa Los Cules menyamakan kedudukan pada menit ke-57, setelah bola hasil sepakan kaki kirinya gagal dihentikan Keylor Navas.

Skor sama kuat membuat kedua tim meningkatkan intensitas serangan. Namun, sampai peluit berbunyi panjang tanda laga usai, Barcelona 1 Real Madrid 1.


Susunan pemain:
Barcelona (4-3-3): 1-Marc-Andre ter Stegen; 2-Nelson Semedo, 15-Clement Lenglet, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba; 4-Ivan Rakitic (22-Arturo Vidal 63'), 5-Sergio Busquets, 8-Arthur; 14-Malcom (21-Carles Alena 76'), 9-Luis Suarez, 7-Philippe Coutinho (10-Lionel Messi 63').

Pelatih: Ernesto Valverde (Spanyol)

Real Madrid (4-3-3): 1-Keylor Navas; 2-Dani Carvajal, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 12-Marcelo; 10-Luka Modric, 18-Marcos Llorente (14-Casemiro 63'), 8-Toni Kroos; 17-Lucas Vazquez (20-Marco Asensio 84'), 9-Karim Benzema, 28-Vinicius Junior (11-Gareth Bale 64).

Pelatih: Santiago Solari (Argentina)

Wasit: Antonio Mateu






Selasa, 05 Februari 2019

Kenapa Tiap Imlek Pasti Hujan?

Begini pendapat ahli tentang Imlek yang selalu turun hujan



Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Harry Tirto Djatmiko mengatakan kalau hujan di saat Imlek merupakan hal yang wajar. Ini dikarenakan perayaan tahun baru Cina tersebut selalu jatuh di Bulan Januari atau awal Februari.
Nah, bulan-bulan tersebut termasuk puncak musim penghujan jika di Indonesia. Jadi tak perlu heran kalau tahun baru yang bernuansa merah dan emas ini selalu hujan. Baik gerimis ataupun deras sekalipun.


Lalu, bagaimana jika Imlek tidak turun hujan?




Jika hujan tidak turun ketika Imlek, banyak yang percaya jika di tahun ini rezeki akan lebih sulit dari sebelumnya. Namun, menurut BMKG faktanya bukan seperti itu kok.

Sebab, di tahun 2013, hujan tidak turun di Sampali, Sumatera Utara, Jakarta dan juga Malang. Sedangkan pada tahun 2014, hujan hanya terjadi di Jakarta dan Malang. Hal tersebut bisa terjadi karena kondisi geografis di setiap daerah berbeda. Sehingga kita tidak bisa berpatokan pada bulan saja.

Hujan tidak akan terjadi jika Imlek bergeser setiap tahun

Imlek memang berbeda perhitungannya dengan hari raya lainnya. Perhitungan hari dalam Imlek merupakan gabungan berdasarkan fase bulan yang mengelilingi bumi. Lalu bumi juga sedang mengelilingi matahari yang biasa disebut dengan lunisolar.



Maka dari itu, perayaan tahun baru yang identik dengan kue bulan ini jarang sekali bergeser tanggal. Hanya berpindah bulan saja setiap tahunnya, entah Januari ke Februari atau sebaliknya. Tidak seperti kalender Hijriyah atau Masehi.


Yup, itulah alasan ilmiah mengapa hujan selalu datang di saat Imlek. Namun berdasarkan alasan di atas, kita tidak perlu menyalahkan kepercayaan dari etnis Tionghoa. Pasalnya kepercayaan ini sudah turun temurun dari sejak zaman dulu. Jadi percaya atau tidaknya terserah dari masing-masing orang ya.